Sabtu, 22 November 2008

Heni Bahrianawati, 24



Sejak awal jumpa, abah tahu klo Heni ini pengidap gangguan maag. Juga gangguan pikiran. Kedua indikasi ini tampak nyata di pic pertamanya.

Tadi dihari ke 4 sempat bincang disaat Heni mendampingi pengenaan pad di punggung.

Heni mengakui klo penyakit maag kronis sudah diidapnya sejak kelas 5 SD. Ketika abah memeriksa bukit venus ditelapak tangannya yang tampak kering itu, Heni mengakui klo dia gampang kena flu, mungkin karena sinusitis. "Tapi klo alergi rasanya tidah deh pak." Tawanya.

Tapi setelah Heni menjerit kaget waktu abah tekan median telapak tangan kirinya. Heni mengakui klo dianya gampang kaget, gak PD, susah buat ambil keputusan penting.
Heni juga hobbi banget mikir pagi siang sore malam dimana saja kapan saja. Padahal bikin jantung menjadi capek banget lho. Lalu apa sih yang mengganggu pikiranmu. Kayaknya lagi menghadapi cobaan hidup deh."
"Betul pak. Tapi cobaan hidup itu udah berlalu."
"Heni sudah menikah?"
"Klo kata bapak saya sudah menikah atau belum?" Tawanya.
Kuresapi tapak tangan dan jemarinya. "Iya sudah menikah, tapi lagi dalam masalah."
"Hehe bapak. Tapi kok bapak bisa tau aja sih?" Tepaknya ke bahuku, tapi lalu diusapinya dengan lembut.
"Heni. Klo lengan ini Heni usapi. Bikin abah menjadi mengantuk, tau!!" Kekehku.

Tidak ada komentar: